Minggu, 29 Maret 2015

PENOLONG DALAM DERITA


Foto ilustrasi - Puisi Kutipan pena (NP/SK)
Peluru menebar  tak pernah henti
Rudal menerjang tak kunjung padam
Hingga darah di tanah ini mengalir tanpa hentinya
Tangis terdengar di alam itu

Debu debu menyinsir ke angkasa
Seiring gemuruh runtuhnya ratusan ribu manusia

Tapi
Tak terlihat sedikitpun siaran berita di TV
Semua mulut terkunci rapat
Semua kamera tak berlensa
Hingga akhirnya semua mata buta
Hingga semua telingga pun tuli

Maka siapakah lagi yang akan membela
Jika kita tidak, siapa lagi yang peduli

Jika tak kau lihat siapa mereka
Minimal rasa kemanusiaan ada
Karena dengan itulah kita layak menolongnya


Karya anak muda papua: Naho M.Pigai
Kost,Bdg: 29-03-2015


EmoticonEmoticon