Langsung ke konten utama

PUISI UNTUK-MU MAMA

Foto Google/ Puisi Kutipan Pena (NP/SK)

Mama,
Dari rahimmu tempatku berawal
Dengan tiupan ruh ku bergerak

Mama,
Engkau begitu menyambutku saat aku tiba di dunia
Engkau sambut aku dengan kasih sayang berlimpah
Engkau hadiahkan aku air susu engkau-lah pahlwan tanpa jasa

Mama,
Engkau selimuti aku dengan peluk hangatmu
Engkau tidurkan aku dengan buaian sayang
Engkau nyanyikan aku dengan alunan Hingga aku terlelap

Mama,
Semua iklas tak pernah tertinggal di hatimu
Kasih sayangmu begitu dalam kurasa Harapanmu begitu besar kepadaku

Mama,
Kini ku tak lagi selalu di dekatmu
Ku harus melangkah dan berlari mengejar impianku
Agar kelak bisa mengukir senyum bahagia di bibirmu

Mama,
Ku tau engkau selalu mendoakanku walau ku tak meminta
Ku tau engkau selalu menyayangiku

Mama,
Mama,
Ku rindu padamu


Karya anak muda papua: Natho M. Pigai
Bdg, 24 Maret 2014

Postingan populer dari blog ini

RINTIHAN BANGSA

Foto dok, Natho M Pigai - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Menangis pedih hati ini, merintih jiwa ini tergiang, tak tahan hingga kini. Wahai bangsa penjajah, di mana hati nurani-mu, hari-hari ini semua terburuh oleh aturan kejam, apakah engkau tidak punya mata hati. Wahai kau penindas, Di mana sebenar n ya rasa kemanusiaanmu, sungguh kejam aksi praktismu. Manusia kau perlakukan seperti binatang, kau perkosa orang–orang tak berdosa, bahkan kau bunuh, dan buang kedalam jurang yang dalam. Mereka menangis, merintih, menahan keluh, dan kau hanya diam membisu. Memang sudah, pantas bagimu, kumayatkan, binasa dari hadapanku. Karya anak muda papua: Natho Mabi Pigai, Bdg: 25-03-2015

SEJARAH PENGIBARAN BENDERA PAPUA BARAT TAHUN 1961

Ketika Papua Barat masih menjadi daerah sengketa akibat perebutan wilayah antara Indonesia dan Belanda, tuntutan rakyat Papua Barat untuk merdeka sebagai negara merdeka sudah ada jauh sebelum kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.  Memasuki tahun 1960-an para politisi dan negarawan Papua Barat yang terdidik lewat sekolah Polisi dan sebuah sekolah Pamongpraja ( Bestuurschool )   di Jayapura (Hollandia), dengan mendidik 400 orang antara tahun 1944-1949 mempersiapkan kemerdekaan Papua Barat. Selanjutnya atas desak -k an para politisi dan negarawan Papua Barat yang terdidik, maka pemerintah Belanda membentuk Nieuw Guinea Raad (Dewan Nieuw Guinea) . Beberapa tokoh-tokoh terdidik yang masuk dalam Dewan ini adalah M.W. Kaisiepo dan Mofu (Kepulauan Chouten/Teluk Cenderawasih), Nicolaus Youwe (Hollandia), P. Torey (Ransiki/Manokwari), A.K. Gebze (Merauke), M.B. Ramandey (Waropen), A.S. Onim (Teminabuan), N. Tanggahma (Fakfak), F. Poana (Mimika), Abdullah Arfan (R...

FOTO: FRI- WP GANDENG AMP MELAKUKAN AKSI DEMONTRAN DI BANDUNG

Puluhan Mahasiswa/i yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan aksi demontran di depan Genung Merdeka, Jl. Asia Afrika Bandung jawa barat, Senin (20/3). Mereka mendesak PT. Freeport Indonesia untuk ditutup dan Memberikan penentuan Nasib sendiri solusi demokrasi bagi rakyat Bangsa West Papua. Dalam Demontransinya terlihat Orasi saling bergantian oleh para orator yang tuntutannya bermuara pada desakan "tutup Freeport dan Penetukan Nasib sendiri solusi demokrasi bagi Bangsa Papua". Ancotex - Salam _ (muye_voice@fwp)