Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi Alam

KUMPULAN KATA - KATA MENJADI PEJUANG KEADILAN

Foto Frans Y. Pigai - Puisi Kutipan pena (NP/SK)   Oleh: Frans Pigai 1) Para pendiri bangsa ini mengundang keadilan sebagai salah satu pilar penyangga bangsa. Sayangnya, fakta membuktikan banhwa di mana-mana terjadi ketidakadilan. Artinya, keadilan masih sebatas mimpi. Apakah bangsa ini akan dibiarkan disangga oleh mimpi? Apa yang harus dilakukan Gereja, umat Allah, anak-anak Tuhan.  Untuk memjawab keprihatinan di atas. Anak bangsa perlu dipersiapkan sejak awal untuk MENJADI PEJUANG KEADILAN. Disertai dengan aneka materi yang sangat praktis dan dekat dengan dunia remaja, yang menjadi inspiratif dalam pendampingan kaum muda Papua. 2) Generasi pejuang 54 tahun Free West Papua yang berani, harus bisa mengembalikan kepercayaan rakyat pada perjuangan pembebasan bangsa Papua. 3) Kita sebagai generasi Papua harus menjadi agen perubahan permanen, bukan perubahan sesaat, diartikan bukan menjadi generasi yang timbul tenggelam di atas tanahnya sendiri, jangan menjadi di...

PUISI : ALAM NEGRI-KU

Foto Peta Papua - ilustrasi - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Alam yang indah Alam yang kaya Alam yang bebas benda polusi Alam yang indah dengan pantai yang meluas Oh..... Negeri-Ku West Papua Kaulah negri penerang kekuatan dan kedaulatan bangsa Kaulah negri pemersatu jiwa Melanesia   Kaulah negri pelindung kekayaan alam kebangsaan Terima kasih negriku tempat ku dilahirkan   Terima kasih negriku tempatku dibesarkan Terima kasih negriku tempatku bermain bersama Terima kasih negriku tempat segala-gala bagi bangsa Melanesia Karya anak muda papua: Frans Y. Pigai Sby: 12-03-2015 **sumbangan pemikiran antara kedua sahabat muda papua**

KENANGAN TERINDAH (Okauwoo Widimei)

Foto Frans Y. Pigai_   Puisi kutipan pena (NP/SK) Gurau, canda tawa Terukir indah dalam kenangan masa indah Berbagi, berkumpul bersama kalian Terasa riang lepaskan duka Adik dan kaka ku... Kenangan indah itu tak kan pernah ku lupa Ku yakin antara batin kita pasti merindukannya Berbagi rasa selalu di saat suka maupun duka Kuyakin kalian tak kan pernah lupa Seiring berjalan waktu. Seiring kita mengenal dunia nyata sesungguhnya Berjuang melawan keras hidup Berjuang meniti masa depan Semua suasana indah itu Kini tak bisa kita rasakan lagi Setidaknya di saat hati sepi. Ku tak bisa lagi berbagi cerita Berbagi canda tawa Menghibur hati yang duka. Kalian jauh disana.... Dan aku pun jauh disini. Ku yakin kalian pasti merindukan itu Kenangan indah disaat kita bersama Berbagi cerita suka maupun duka Karya anak muda papua: Stepanus Pigai Sby, 27 Februari 2015

BUNDA IKUT AKU PULANG

Foto Tembagapura-  Puisi Kutipan Pena (NP/SK)    Setelah nikmati hiruk pikuk Karyawan PT. FREEPORT, duduk dibalik pintu barak Merenung alam indah yang telah kulewati tadi pagi. Gunung-gunung menjulang tinggi Air terjung pun tak terhitung jumlahnya Indahnya mempesona. Kini dingin malam menusuk tulang sumsum Sambil merenung alam yang sedang dikeruk sang kapitalis tampa peduli Hati teriris sembilu sakit. Tersimpul pandangan Dibalik indah alam Nemangkawi Tersembunyi duka alamku Ratap bunda alamku kini terdengar jelas. Ingin rasanya kubawa pulang Bunda ikut aku pulang esok kita pulang Biar ada sebekas harapan hidup kedepan Tungguh esok aku ajak kita pulang dan Biar tinggalkan sang kapitalis menjerit. Karya anak muda papua: Honaratus Pigai Tembagapura, 06 Desember 2014

TANAH AIRKU PAPUA

Foto ilustrasi - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Angin berdesir dipantai Burung berkicau dengan merdu Embun pagi membasahi rumput-rumput Itulah tanah airku Alamnya menghijau Gunungnya tinggi menjulang Rakyat di tindas di bawa kekayaan Papuaku Tanah tumpah darahku Jaga dan rawatlah selalu Disanalah aku dilahirkan Disana aku dibesarkan Disanalah tumpuan Oh..... tanah airku tercinta Papua jaya..... Karya anak muda papua: Natho M. Pigai Bdg, 1 November 2014

MALAM DI ANGKASAN DERITA

Puisi kutipan pena/(NP/SK) Tak ku sadari waktu kian membara Malam pun tiba bersama derita Tak ku sangka Aku terancam oleh angkasan derita dan para penguasa malam Namun hidup ini tak berarti bagi ku di ujung derita Kini aku renungkan malam di angkasan derita Oh...mengapa derita trus membakar di tubuh yang rapuh ini  Aku tak sangkup lagi menahan derita di malam yang sepi begini Karya anak muda papua: Natho M. Pigai Bdg 15 Agustus 2014

RIAP PILU

Hembus angin membawa kabar pilu tentang mereka yang tengah hilang itu dari guratan awan langit biru kepergiannya menuai terka beribu-ribu sedari pagi lalu aku dengar dan kurasakan betapa hela angin musim kering ini terasa semakin riuh dan kembali getar pilu meriap di bulu-bulu mata terlalu banyak selimut gundah menerjemahkan tentang sang elang tentang camar yang tak kunjung pulang sejak membumbung di alur cakrawala yang sedari kemarin pagi padanya yang hilang semoga kebaikan di pelukan-Nya tiada berdayanya daku, selain berucap doa semoga lekas berlalunya duka-duka biar canda tawa hadir lagi di tengah keluarga yang terbang yang hilang renggutlah tenang dan datanglah saat membuncah atas asa rindu nan syahdu di lembaran ceritamu Karya anak muda Papua: Honaratus Pigai Tmk, 27 Maret 2014