Langsung ke konten utama

BUNDA IKUT AKU PULANG

Foto Tembagapura- Puisi Kutipan Pena (NP/SK) 


 
Setelah nikmati hiruk pikuk
Karyawan PT. FREEPORT, duduk dibalik pintu barak
Merenung alam indah yang telah kulewati tadi pagi.

Gunung-gunung menjulang tinggi
Air terjung pun tak terhitung jumlahnya
Indahnya mempesona.

Kini dingin malam menusuk tulang sumsum
Sambil merenung alam yang sedang dikeruk sang kapitalis tampa peduli
Hati teriris sembilu sakit.

Tersimpul pandangan
Dibalik indah alam Nemangkawi
Tersembunyi duka alamku
Ratap bunda alamku kini terdengar jelas.

Ingin rasanya kubawa pulang
Bunda ikut aku pulang esok kita pulang
Biar ada sebekas harapan hidup kedepan
Tungguh esok aku ajak kita pulang dan
Biar tinggalkan sang kapitalis menjerit.


Karya anak muda papua: Honaratus Pigai
Tembagapura, 06 Desember 2014

Postingan populer dari blog ini

FOTO: FRI- WP GANDENG AMP MELAKUKAN AKSI DEMONTRAN DI BANDUNG

Puluhan Mahasiswa/i yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan aksi demontran di depan Genung Merdeka, Jl. Asia Afrika Bandung jawa barat, Senin (20/3). Mereka mendesak PT. Freeport Indonesia untuk ditutup dan Memberikan penentuan Nasib sendiri solusi demokrasi bagi rakyat Bangsa West Papua. Dalam Demontransinya terlihat Orasi saling bergantian oleh para orator yang tuntutannya bermuara pada desakan "tutup Freeport dan Penetukan Nasib sendiri solusi demokrasi bagi Bangsa Papua". Ancotex - Salam _ (muye_voice@fwp)  

PENGORBANAN

Foto Natho Pigai - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Mengucurkan deras keringat Membasahi tubuh yang terikat Membawa angan jauh entah kemana Bagaikan pungguk merindukan bulan Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan Pagi yang menjadi malam Bulan yang menjadi tahun Sekian lama telah menanti Dirinya tak juah lepas Andai aku sang Kesaktria Aku pasti menyelamatkanya Namun semua hanya mimpi Dirinyalah yang harus berusaha Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi Untuk Pembebasan negeri leluhur Papua-Ku Karya anak muda Papua: Natho M Pigai Bandung, 22 September 2016

ORANG MEE-PAGO Tahun 1950-an

Karel Gobai Pejuang Orang Gunung pertama Karel Gobay menjadi anggota NGR mewakili Meepago dan Lapago. Pada tahun 1940-an Karel Gobay sudah belajar hidup berinteraksi dengan orang2 barat di Australi bersama dgn Zakeus Pakage. Di Parlemen ia banyak menyuarakan masalah kematiaan dan gizi buruk yg dialami oleh orang Suku Lanny, Wamena Lembah, walak dan lainya. Atas jasanya, daerah daerah Lapago menjadi pusat perhatian. Natho - Salam _ (muye_voice@fwp)