Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi Pejuang

AIR MATA UNTUK GURU KU

Foto Alm. Che Yabingga Togodly - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Kembali hilang bagian penting dalam hidupku Terlalu cepat waktu memanggil dirimu Waktu seakan tak tau Bahwa dirimu sangat berharga bagiku Kau selalu memberikanku motivasi untuk berubah menjadi yang lebih baik Air mata ku untukmu Teringat… Senyum dan tawamu Kini telah hilang dimakan waktu Air mataku menetes saat melepas Kau pergi untuk selamanya Tubuh ini merasa hancur mendengar berita kepergian mu selamanya Guruku kau telah berjasa dalam hidupku Selamat jalan Guruku Selamat menghadap pada sang Pencipta Kenangan indah bersamamu takkan ku lupa Ilmu yang kau berikan akan ku gunakan Terima kasih Guruku Karya anak muda Papua : Stepanus Pigai Sby, 02 Januari 2017  

PENGORBANAN

Foto Natho Pigai - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Mengucurkan deras keringat Membasahi tubuh yang terikat Membawa angan jauh entah kemana Bagaikan pungguk merindukan bulan Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan Pagi yang menjadi malam Bulan yang menjadi tahun Sekian lama telah menanti Dirinya tak juah lepas Andai aku sang Kesaktria Aku pasti menyelamatkanya Namun semua hanya mimpi Dirinyalah yang harus berusaha Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi Untuk Pembebasan negeri leluhur Papua-Ku Karya anak muda Papua: Natho M Pigai Bandung, 22 September 2016

JALAN HIDUP KU

Foto Bpk Filep Karma dan Step Pigai - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Penuh dengan rintangan Penuh dengan goncangan Juga penuh dengan perjuangan Kuingin seperti batu karang Walau ombak terus menerjang Ia tetap akan berjuang Melawan kedukaan Menjemput kebahagiaan Walau kebahagiaan tak abadi Tapi tetep ingin ku raih Hidupku bagai bunga mawar Indah dipandang Namun juga menyakitkan Hidupku bagai air Yang mengalir dari ketinggian Dan jatuh dari ketinggian pula Biarlah ku berjalan Di atas rerumputan Biarlah ku berjalan Diatas kerikil yang menyakitkan Biarlah ku berjalan Diatas jalan kehidupan Yang sudah ditakdirkan Tuhan Itu jalan hidupku Karya anak muda Papua : Stepanus Pigai Sby, 06 November 2016

STOP JADI PENGHIANAT

FotoHonny - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Apakah hati telah lelah, apakah jiwa tak lagi bernyawa, apakah dunia telah gugur, apakah IBLIS jadi teman setiamu. Apakah TUHAN tak menyayangimu, apakah TUHAN tak memberimu nafas, apakah TUHAN tak memberkatimu, apakah TUHAN tak menerbitkan mentari di ufuk Timur. Bukankah kau dilahirkan tuk jadi ksatria, bukankah panji kemenangan telah kau genggam, bukankah dunia tunduk padamu, bukankah dunia mencarimu di negri tercintamu, Papua. Mengapa kau tunduk pada mereka, mengapa kau jadi budak penjilat, mengapa kau jadi pedagang sesamamu, mengapa kau jadi penghianat. Sadarkah bahwa kau manusia berjati diri, sadarkah bahwa kau manusia bebas, sadarkah bahwa kau sedang terjajah, sadarkah bahwa kau sedang diperbudak. Di mana kau letakkan kemuliaanmu, di mana kau letakkan ilmu kebebasanmu, di mana kau letakkan jiwa revolusionermu, di mana kau letakkan sikap kritismu. Bukankah darah sesamamu leb...

TETESAN AIR MATA (Untuk Mengenang)

Foto ilustrasi - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Aku termenung di kelam malam itu Terasa aku tak berdaya Hatiku pun tak dapat ku atasi dengan rasa sakit ini Mata ku pun tak bisa ku menahan air mata Hay Camrad Rindu akan kenangan mu Rindu akan tindakan kebenaran mu Rindu akan suara-MU yang telah aku berkata-kata di persimpangan jalan Hay Camrad Sungguh ini menjadi siksaan batin ku Sungguh ini menjadi kegoresan luka duka ku Hay Camrad Selamat beristrahat dalam kasih Allah Perjuangan dan tindakan kebenaran mu Akan selalu terukir dalam sejarah perjuangan Namun nama RINTO KOGOYA akan hidup untuk selama-Nya Karya anak muda papua: Stepanus Pigai Sby Aspa: 09-03-2015

UNTUK MU PHALAWAN WEST PAPUA KU

Jendral Tuan Kelly Kwalik/ Puisi kutipan pena/(NP/SK) Demi negri... Engkau korbankan waktumu Demi bangsa... Rela kau taruhkan nyawamu Maut menghadang di depan Kau bilang itu hiburan Tampak raut wajahmu Tak segelintir rasa takut Semangat membara di jiwamu Taklukkan mereka penghalang negri Hari-hari mu di warnai Pembunuhan dan pembantaian Dan dihiasi suara-suara mata Mengalir sungai darah di sekitarmu Bahkan tak jarang mata air darah itu Yang muncul dari tubuhmu Namun tak dapat... Runtuhkan tebing semangat juangmu Anak pana dan Busur yang setia menemanimu Kaki telanjang yang tak beralas Koteka dengan seribu wangian Basah di badan keringpun di badan Yang ingin kau menghatarkan Kedalam istana kemerdekaan Kau pejuangan ku.. Namamu jendral Tuan Kelly Kwalik akan terkenan selalu Jika Kau tlah di cabut Nyawa mu oleh Militery Indonesia Tetapi jiwa mu tetap hidup untuk selamaNya. _____ PEJUANG REVOLUSIANER Karya anak muda papua: Stepanus Pigai ...

SELAMAT JALAN PAHLAWANKU REVOLUSIONER SEJATI (Ku-mengenang)

Foto. Alm.  Dr. John Otto Ondawame /  Puisi Kutipan Pena (NP/SK) Ohh........ Pahlawan ku Dr. John Otto Ondawame Bagaimana ku bisa Membalas jasa-jasa mu Inpirasi-inpirasi mu Yang telah kau berikan ini Haruskah aku turun ke medan perang Haruskah aku mandi berlumpur darah Haruskah aku tertusuk pisau baja penjajah Aku tak tahu cara untuk membalas jasa mu Engkau rela mengorbankan nyawa mu Demi suatu kemerdekaan yang mungkin   Tak bisa kau raih dengan tangan mu sendiri Ohh......... pahlawan ku Engkaulah Bunga Bangsa Karya anak muda papua: Natho M. Pigai Bdg, 04 November 2014