Rabu, 02 April 2014

RIAP PILU


Hembus angin membawa kabar pilu
tentang mereka yang tengah hilang itu
dari guratan awan langit biru
kepergiannya menuai terka beribu-ribu

sedari pagi lalu
aku dengar dan kurasakan
betapa hela angin musim kering ini
terasa semakin riuh dan kembali getar pilu meriap

di bulu-bulu mata
terlalu banyak selimut gundah
menerjemahkan tentang sang elang
tentang camar yang tak kunjung pulang

sejak membumbung di alur cakrawala yang
sedari kemarin pagi
padanya yang hilang
semoga kebaikan di pelukan-Nya

tiada berdayanya daku, selain berucap doa
semoga lekas berlalunya duka-duka
biar canda tawa hadir lagi di tengah keluarga

yang terbang
yang hilang
renggutlah tenang
dan datanglah
saat membuncah
atas asa rindu nan syahdu
di lembaran ceritamu


Karya anak muda Papua: Honaratus Pigai
Tmk, 27 Maret 2014