Langsung ke konten utama

RIAP PILU


Hembus angin membawa kabar pilu
tentang mereka yang tengah hilang itu
dari guratan awan langit biru
kepergiannya menuai terka beribu-ribu

sedari pagi lalu
aku dengar dan kurasakan
betapa hela angin musim kering ini
terasa semakin riuh dan kembali getar pilu meriap

di bulu-bulu mata
terlalu banyak selimut gundah
menerjemahkan tentang sang elang
tentang camar yang tak kunjung pulang

sejak membumbung di alur cakrawala yang
sedari kemarin pagi
padanya yang hilang
semoga kebaikan di pelukan-Nya

tiada berdayanya daku, selain berucap doa
semoga lekas berlalunya duka-duka
biar canda tawa hadir lagi di tengah keluarga

yang terbang
yang hilang
renggutlah tenang
dan datanglah
saat membuncah
atas asa rindu nan syahdu
di lembaran ceritamu


Karya anak muda Papua: Honaratus Pigai
Tmk, 27 Maret 2014

Postingan populer dari blog ini

FOTO: FRI- WP GANDENG AMP MELAKUKAN AKSI DEMONTRAN DI BANDUNG

Puluhan Mahasiswa/i yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan aksi demontran di depan Genung Merdeka, Jl. Asia Afrika Bandung jawa barat, Senin (20/3). Mereka mendesak PT. Freeport Indonesia untuk ditutup dan Memberikan penentuan Nasib sendiri solusi demokrasi bagi rakyat Bangsa West Papua. Dalam Demontransinya terlihat Orasi saling bergantian oleh para orator yang tuntutannya bermuara pada desakan "tutup Freeport dan Penetukan Nasib sendiri solusi demokrasi bagi Bangsa Papua". Ancotex - Salam _ (muye_voice@fwp)  

PENGORBANAN

Foto Natho Pigai - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Mengucurkan deras keringat Membasahi tubuh yang terikat Membawa angan jauh entah kemana Bagaikan pungguk merindukan bulan Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan Pagi yang menjadi malam Bulan yang menjadi tahun Sekian lama telah menanti Dirinya tak juah lepas Andai aku sang Kesaktria Aku pasti menyelamatkanya Namun semua hanya mimpi Dirinyalah yang harus berusaha Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi Untuk Pembebasan negeri leluhur Papua-Ku Karya anak muda Papua: Natho M Pigai Bandung, 22 September 2016

ORANG MEE-PAGO Tahun 1950-an

Karel Gobai Pejuang Orang Gunung pertama Karel Gobay menjadi anggota NGR mewakili Meepago dan Lapago. Pada tahun 1940-an Karel Gobay sudah belajar hidup berinteraksi dengan orang2 barat di Australi bersama dgn Zakeus Pakage. Di Parlemen ia banyak menyuarakan masalah kematiaan dan gizi buruk yg dialami oleh orang Suku Lanny, Wamena Lembah, walak dan lainya. Atas jasanya, daerah daerah Lapago menjadi pusat perhatian. Natho - Salam _ (muye_voice@fwp)