Langsung ke konten utama

TERIMA KASIH AYAH, IBU

Foto Puisi kutipan pena (NP/SK)
Ayah, Ibu…
Kini sayapku sudah tumbuh dan aku ingin terbang untuk membantai lawan
Merebut kemenangan di Negeri ini
Untuk berjuang dalam pertempuran
Demi menyelamatkan umat dalam karya imam-ku.
Ayah, Ibu…
Aku tau dalam senyummu kau sembunyikan letih dan sedihmu,

Tak sedetikpun kau hentikan langkahmu demi memperjuangkan masa depan anak-anakmu.
Disetiap tetes keringatmu, dan setiap hembusan nafasmu,
Mempunyai rasa kasih sayang yang luar biasa.
Terimakasih Ayah,
Terimakasih Ibu,
Sudah banyak pengorbanan yang telah kalian berikan
Dalam setiap wujud doa-ku agar Ayah, Ibu bebas dari segala mala petaka,
Karena aku ingin melihat kalian bahagia lagi.

Karya anak muda papua: Natho M. Pigai
@Bukit lembang Bdg, 24-02-2015

Postingan populer dari blog ini

FOTO: FRI- WP GANDENG AMP MELAKUKAN AKSI DEMONTRAN DI BANDUNG

Puluhan Mahasiswa/i yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan aksi demontran di depan Genung Merdeka, Jl. Asia Afrika Bandung jawa barat, Senin (20/3). Mereka mendesak PT. Freeport Indonesia untuk ditutup dan Memberikan penentuan Nasib sendiri solusi demokrasi bagi rakyat Bangsa West Papua. Dalam Demontransinya terlihat Orasi saling bergantian oleh para orator yang tuntutannya bermuara pada desakan "tutup Freeport dan Penetukan Nasib sendiri solusi demokrasi bagi Bangsa Papua". Ancotex - Salam _ (muye_voice@fwp)  

PENGORBANAN

Foto Natho Pigai - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Mengucurkan deras keringat Membasahi tubuh yang terikat Membawa angan jauh entah kemana Bagaikan pungguk merindukan bulan Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan Pagi yang menjadi malam Bulan yang menjadi tahun Sekian lama telah menanti Dirinya tak juah lepas Andai aku sang Kesaktria Aku pasti menyelamatkanya Namun semua hanya mimpi Dirinyalah yang harus berusaha Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi Untuk Pembebasan negeri leluhur Papua-Ku Karya anak muda Papua: Natho M Pigai Bandung, 22 September 2016

ORANG MEE-PAGO Tahun 1950-an

Karel Gobai Pejuang Orang Gunung pertama Karel Gobay menjadi anggota NGR mewakili Meepago dan Lapago. Pada tahun 1940-an Karel Gobay sudah belajar hidup berinteraksi dengan orang2 barat di Australi bersama dgn Zakeus Pakage. Di Parlemen ia banyak menyuarakan masalah kematiaan dan gizi buruk yg dialami oleh orang Suku Lanny, Wamena Lembah, walak dan lainya. Atas jasanya, daerah daerah Lapago menjadi pusat perhatian. Natho - Salam _ (muye_voice@fwp)