Langsung ke konten utama

SELAMAT JALAN (Untuk Mengenangmu)

Foto FB/Puisi kutipan pena (NP/SK)

Merajanya sang kolonialisme di setiap lorong kehidupan
Nyawa berantakan dalam kelamnya sifat
Tak pandang manusia sang citra Allah

Hidup ini memang penuh muram
Diliputi awan gelap
Membawa manusia tanpa peduli

Dihempas peluruh negara
Bagai pusaka leluhurnya
Yang tak kenal manusia seperti dirinya

Dituduh yang lain pelakunya
Sampai mengingkari kelakuan pribadi
Yang sebenar-benarnya dia

Selamat jalan kawan
Jika mereka tahu kau manusia
Bukan seperti demikian wafatmu

Pasti kupuji kebesaranmu sebagai manusia
Dan memang kuhargai
Tapi nyatanya mereka tidak menghargai

Kawan, anda bagai hewan
Begitu dipandangan mereka
Nyawamu melayang di pinggiran jalan trotoar

Selamat jalan kawan
Hanya kutitip sebuah doa duka
Tuhan pasti menghargai kemanusiaanm
                                                           

  
Karya anak muda papua:Honaratus Pigai
Papua
Timika, 04/06-2013 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RINTIHAN BANGSA

Foto dok, Natho M Pigai - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Menangis pedih hati ini, merintih jiwa ini tergiang, tak tahan hingga kini. Wahai bangsa penjajah, di mana hati nurani-mu, hari-hari ini semua terburuh oleh aturan kejam, apakah engkau tidak punya mata hati. Wahai kau penindas, Di mana sebenar n ya rasa kemanusiaanmu, sungguh kejam aksi praktismu. Manusia kau perlakukan seperti binatang, kau perkosa orang–orang tak berdosa, bahkan kau bunuh, dan buang kedalam jurang yang dalam. Mereka menangis, merintih, menahan keluh, dan kau hanya diam membisu. Memang sudah, pantas bagimu, kumayatkan, binasa dari hadapanku. Karya anak muda papua: Natho Mabi Pigai, Bdg: 25-03-2015

SEJARAH PENGIBARAN BENDERA PAPUA BARAT TAHUN 1961

Ketika Papua Barat masih menjadi daerah sengketa akibat perebutan wilayah antara Indonesia dan Belanda, tuntutan rakyat Papua Barat untuk merdeka sebagai negara merdeka sudah ada jauh sebelum kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.  Memasuki tahun 1960-an para politisi dan negarawan Papua Barat yang terdidik lewat sekolah Polisi dan sebuah sekolah Pamongpraja ( Bestuurschool )   di Jayapura (Hollandia), dengan mendidik 400 orang antara tahun 1944-1949 mempersiapkan kemerdekaan Papua Barat. Selanjutnya atas desak -k an para politisi dan negarawan Papua Barat yang terdidik, maka pemerintah Belanda membentuk Nieuw Guinea Raad (Dewan Nieuw Guinea) . Beberapa tokoh-tokoh terdidik yang masuk dalam Dewan ini adalah M.W. Kaisiepo dan Mofu (Kepulauan Chouten/Teluk Cenderawasih), Nicolaus Youwe (Hollandia), P. Torey (Ransiki/Manokwari), A.K. Gebze (Merauke), M.B. Ramandey (Waropen), A.S. Onim (Teminabuan), N. Tanggahma (Fakfak), F. Poana (Mimika), Abdullah Arfan (R...

FOTO: FRI- WP GANDENG AMP MELAKUKAN AKSI DEMONTRAN DI BANDUNG

Puluhan Mahasiswa/i yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan aksi demontran di depan Genung Merdeka, Jl. Asia Afrika Bandung jawa barat, Senin (20/3). Mereka mendesak PT. Freeport Indonesia untuk ditutup dan Memberikan penentuan Nasib sendiri solusi demokrasi bagi rakyat Bangsa West Papua. Dalam Demontransinya terlihat Orasi saling bergantian oleh para orator yang tuntutannya bermuara pada desakan "tutup Freeport dan Penetukan Nasib sendiri solusi demokrasi bagi Bangsa Papua". Ancotex - Salam _ (muye_voice@fwp)