Selasa, 16 Desember 2014

SANG WAKTU YANG LALU

Ilustrasi Pic/Goggle/Puisi Kutipan Pena'(NP/SK)

Ada sekian kisah sejarah
Di tepi kehidupan
Berlabu dalam akal budi

Memikirkan sejarah lalu
Kian kembali dalam akal yang terus berputar
Mengenang kisah-kisah
Entalah yang suka atau duka
Rasanya kembali di hari ini

Dalam benak akal budi
Hanyalah itu bukan kenyataan kini
Kenyataan lalu yang segera menjadi kekinian
Memang tidak dapat menjadi kekinian
Tapi kenangan itu mesti dikenang
Bisa menjadi bermakna kelak

Atau juga saat ini di sini
Dia guru abadi yang ada
Dapat mengatur hidup

Menghadap kekekalan yang bijak
Demi menghormati sang waktu
Hanya satu pinta yang bisa terucap
Terimakasih Sang Waktu Yang Lalu.


Karya anak muda papua: Honaratus Pigai
Bukit keheningan – Port-Numbay, 15 Mei 2012