Langsung ke konten utama

Postingan

PENGORBANAN

Foto Natho Pigai - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Mengucurkan deras keringat Membasahi tubuh yang terikat Membawa angan jauh entah kemana Bagaikan pungguk merindukan bulan Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan Pagi yang menjadi malam Bulan yang menjadi tahun Sekian lama telah menanti Dirinya tak juah lepas Andai aku sang Kesaktria Aku pasti menyelamatkanya Namun semua hanya mimpi Dirinyalah yang harus berusaha Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi Untuk Pembebasan negeri leluhur Papua-Ku Karya anak muda Papua: Natho M Pigai Bandung, 22 September 2016

JALAN HIDUP KU

Foto Bpk Filep Karma dan Step Pigai - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Penuh dengan rintangan Penuh dengan goncangan Juga penuh dengan perjuangan Kuingin seperti batu karang Walau ombak terus menerjang Ia tetap akan berjuang Melawan kedukaan Menjemput kebahagiaan Walau kebahagiaan tak abadi Tapi tetep ingin ku raih Hidupku bagai bunga mawar Indah dipandang Namun juga menyakitkan Hidupku bagai air Yang mengalir dari ketinggian Dan jatuh dari ketinggian pula Biarlah ku berjalan Di atas rerumputan Biarlah ku berjalan Diatas kerikil yang menyakitkan Biarlah ku berjalan Diatas jalan kehidupan Yang sudah ditakdirkan Tuhan Itu jalan hidupku Karya anak muda Papua : Stepanus Pigai Sby, 06 November 2016

GURU FIRDAUS MEEPAGO (Mengenang-mu)

Foto Alm, Manfred C Mote - Puisi Kutipan pena (NP/SK) Tiada Kata Yang Pantas Diucapkan. Cuma….!!! Selamat Kembali Kepada Pemilik Penciptamu  Manfred Mote, Adakah Manfred Mote Lain Yang Engkau Tinggalkan? Adakah Manfred Mote Lain Yang Engkau Siapkan? Manfred Filsuf, Penegak Owaadaa Emaawaa Pengangkat Touye Untuk Kembalikan Manusia Mee Kepada Tota Mee Untuk Menggenapi  Toutoo Manaa, Tiada Lagi Manfred Lain Yang Berjuang Mengembalikan Manusia Mee Pada Jati diri Manusia Mee Yang Utuh. Surgamu Firdausmu Membukakan Pintu Untuk Membangun Emaawaa Owaadaa Di Sana Manfred Mote. Koyaa Uwii, "Koudatoo Akado" Karya anak muda Papua: Natho M   Pigai Keheningan Bukit tangisan, 28 09 16

AKU TAK PEDULI APA KATA ORANG LAIN TENTANGKU

Aku Adalah Aku, Tak Peduli Apa Kata Orang Lain, Menjadi Diri Sendiri, Bukan Seperti Orang Lain, Banyak Orang Yang Mengatakan Ini Itu, Tapi Memang Diriku Memang Sudah Begitu, Bagiku, Menjadi Diriku Sendiri, Walaupun kami berbeda, Aku M asih A kan P eduli S etiap T angis an R akyat Papua.  UNGKAPAN HATI Natho - Salam _ (muye_voice@fwp)

PEJUANG PEREMPUAN PAPUA

Mama Yosepha Alomang Yosepha Alomang : Perempuan Papua yang Tak Pernah Lelah Melawan Kekerasan Mama Yosepha Alomang Perempuan Papua Barat Mama Yosepha, itulah panggilan akrapnya terhadap perempuan Amungme yang bertubuh kecil dan berpenampilan sederhanaini. Tetapi dalam kesederhanaan itu, Ia memiliki keberanian untuk memperjuangkan Nasib rakyat Papua. “Kalau Negara Indonesia Punya Ibu Kartini , Papua Punya Mama Yosepha Alomang " Mama Yosepha Diangkat Jadi Tokoh Perempuan Papua Yang Memperjuangkan Hak2 Dasar Orang Asli Papua. Natho - Salam _ (muye_voice@fwp)

JANGAN TAKUT LAWAN TRUS [Bintang Kejora Di Dada-Ku]

Mereka juga peduli dan bersuara Kebebasan Papua Barat, Dan Menantang Penindasan,Penculikan, Teror dll, Karena Negara Indonesia sudah melebihi batas memperlakukan Rakyat Papua Barat seperti Binatang peliharan MEREKA. Suara Wanita ini , Jangan pernah takut untuk menyuarakan Kebenaran yang dahulu sudah ada, Tetap perjuangan sampai akhir Kebebasan Bagi Bangsa dan Rakyat Papua. Natho - Salam _ (muye_voice@fwp)

SEJARAH PENGIBARAN BENDERA PAPUA BARAT TAHUN 1961

Ketika Papua Barat masih menjadi daerah sengketa akibat perebutan wilayah antara Indonesia dan Belanda, tuntutan rakyat Papua Barat untuk merdeka sebagai negara merdeka sudah ada jauh sebelum kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.  Memasuki tahun 1960-an para politisi dan negarawan Papua Barat yang terdidik lewat sekolah Polisi dan sebuah sekolah Pamongpraja ( Bestuurschool )   di Jayapura (Hollandia), dengan mendidik 400 orang antara tahun 1944-1949 mempersiapkan kemerdekaan Papua Barat. Selanjutnya atas desak -k an para politisi dan negarawan Papua Barat yang terdidik, maka pemerintah Belanda membentuk Nieuw Guinea Raad (Dewan Nieuw Guinea) . Beberapa tokoh-tokoh terdidik yang masuk dalam Dewan ini adalah M.W. Kaisiepo dan Mofu (Kepulauan Chouten/Teluk Cenderawasih), Nicolaus Youwe (Hollandia), P. Torey (Ransiki/Manokwari), A.K. Gebze (Merauke), M.B. Ramandey (Waropen), A.S. Onim (Teminabuan), N. Tanggahma (Fakfak), F. Poana (Mimika), Abdullah Arfan (R...